Archive

Archive for April, 2010

Inseminasi Buatan

.

Categories: Inseminasi Buatan

Penyakit Pada Sapi

Penyakit Antraks.  Penyebab penyakit ini adalah  Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan, minuman atau pernafasan. Gejala:  Demam tinggi, badan lemah dan gemetar.  Gangguan pada pernafasan. Pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan dipenuhi bisul. Kadang-kadang darah berwarna merah hitam  keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina. Kotoran ternak cair dan sering bercampur darah. Limpa bengkak dan berwarna kehitaman. Untuk tindak pencegahan dan pengendalian penyakit ini, bisa dilakukan vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur atau membakar sapi yang mati.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  Penyebabnya adalah virus AE, virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE. Gejala: Rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening. Demam atau panas, suhu badan menurun drastis. Nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali dan air liur keluar berlebihan.

Penyakit Ngorok (mendekur).  Bakteri Pasturella multocida adalah faktor penyebabnya. Penularan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri. Gejala:  Kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan. Leher, anus, dan vulva membengkak. Paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua. Demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.

Penyakit Radang Kuku atau Kuku Busuk. Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. Gejala: Mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh; Kulit kuku mengelupas, tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit sehingga menyebabkan sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.

Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan. Lalu tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi bagaimana.? Pertama, Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk memandikan sapi. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan pengobatan. Menjaga kebersihan  lantai kandang agar selalu kering dan bersih. Memeriksa kesehatan sapi secara teratur dan berkala serta dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk.

Categories: Penyakit Pada Sapi

Sapi Brahman Cross

Jenis  sapi  Brahman dulu – nya berasal dari India. Sapi ini juga bisa berkembang dengan baik di luar  negara asalnya ( India ). Seperti di negara Australia. Bahkan,  para  pembibit  sapi   di  Australia  melakukan   persilangan –  sapi   Brahman dengan  bangsa  sapi lainnya seperti  Simmental  dan  Limousin,  hasilnya  dikenal  dengan  nama  sapi Brahman Cross, yang  sejak  tahun  1985  sudah  masuk  ke  Indonesia  melalui program  bantuan  Asian Development Bank .

Nah, beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh produksi dan produktivitas sapi brahman cross yang baik, antara lain lokasi perkandangan, pakan, pemeliharaan,  perkawinan dan pencatatan.

Lokasi Kandang. Lokasi peternakan harus-lah memenuhi syarat-syarat,  Tidak bertentangan dengan kepentingan pembangunan wilayah. Tidak mengganggu lingkungan setempat. Tidak lembab atau tergenang air sewaktu hujan. Pakan dan air mudah diperoleh dan tersedia sepanjang tahun. Mudah diakses alat transportasi dan jarak dengan usaha pembibitan ayam minimal 1 km.

Sistem Perkandangan.  Sistem perkandangan adalah sistem koloni agar memudahkan pengawasan dan pencatatan. Kandang terbuat dari bahan yang kuat dan lantai tanah yang padat atau terbuat dari semen. Atap terbuat dari rumbia, bambu atau genteng yang bisa membuat ruangan menjadi dingin atau tidak terlalu panas.

Tempat pakan terbuat dari kayu atau semen. Apabila tempat pakan terbuat dari semen diusahakan dalamnya tidak bersiku agar tidak terjadi penumpukan sisa makanan yang berakibat pembusukan dan dapat dijadikan sarang lalat.Tempat pakan berukuran : panjang 1 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,2 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Tempat air minum terbuat dari plastik atau semen.

Sementara ukuran tempat minum : panjang 0,5 m, lebar 0,8 m, kedalaman 0,4 m, tinggi alas dari lantai 0,6 m. Kandang untuk setiap ekor induk siap beranak berukuran 2 m x 3 m dengan ruang terbuka 2 m x 4 m. Disarankan setiap lokal kandang memiliki ruang terbuka untuk gerak badan sapi agar tidak mengganggu ruang gerak sapi.

Categories: Sapi Brahman Cross

Jenis Sapi Limousin

TERLEBIH dahulu kami sampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan anda di website  kami .

Perlu diketahui bahwa  saat ini kami sedang mempersiapkan  isi atau content  dari pada  website ini,  agar secepatnya   dapat  di akses  guna  memenuhi  kebutuhan   informasi khususnya  disektor peternakan.  Mudah – mudahan  persiapan  ini dapat  terselesaikan dalam waktu yang singkat dan cepat sebagaimana yang kami harapkan.

Kami sebagai pengelola mohon maaf  yang  sebesar – besarnya atas  keterlambatan ini  dan mohon untuk dimaklumi. Terima kasih…

Hormat kami

pengelola

Categories: Jenis Sapi Limousin